BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang Masalah
1.1.1
Pengertian
Akuntansi Komparatif
Akuntansi
komparatif adalah akuntansi untuk transaksi internasional, perbandingan prinsip
akuntansi antar Negara yang berbeda dan harmonisasi berbagai standar akuntansi
dalam bidang kewenangan pajak, auditing dan bidang akuntansi lainnya.
Pengertian lain Akuntansi Internasional menurut Iqbal, Melcher dan Elmallah (1997:18) mendefinisikan akuntansi
internasional sebagai akuntansi untuk transaksi antar negara, pembandingan
prinsip-prinsip akuntansi di negara-negara yang berlainan dan harmonisasi
standar akuntansi di seluruh dunia.
Menurut
Laporan Ekonomi Dunia Dana Moneter Internasional, April 2010 ada sekitar 151
negara yang dikatagorikan sebagai “negara berkembang”. Dua diantaranya adalah
Cina dan Meksiko. Cina mengalami perubahan dari perekonomian terencana secara
terpusat menjadi perekonomian yang lebih berorientasi terhadap pasar. Jangkauan
reformasi pasar yang dilakukan oleh Negara tersebut cukup unik Cina sedang
mengambil jalan tengah dengan bergerak menuju ekonomi pasar sosialis, yaitu
perekonomian terpusat dengan adaptasi pasar. Sehingga Cina mengambil pendekatan
yang berbeda untuk menstrukturisasi perekonomiannya.
Sedangkan
Meksiko merupakan Negara kapitalis namun secara tradisional memiliki campur
tangan pemerintah pusat yang kuat dan kepemilikan pemerintah terhadap
industri-industri penting. Dulu perekonomian tersebut agak tertutup terhadap
investasi asing dan kompetisi internasional. Isolasi relatif ini sekarang
berubah karena pemerintah melakukan privatisasi terhadap kepemilikan dalam
industri dan membuka diri terhadap perekonomian global. Sistem akuntansi
keuangan negara lebih berkembang dalam hal penetapan standar, ketentuan dan
praktik bila dibandingkan dengan Cina. Evolusi akuntansi juga terjadi di
Meksiko tapi tidak secepat yang terjadi di Cina.
1.1.2
Istilah Standar Akuntansi dan Penentuan Standar
Standar
akuntansi dapat dikatakan sebagai pedoman umum penyusunan laporan keuangan yang
merupakan pernyataan resmi tentang masalah akuntansi tertentu yang dikeluarkan
oleh badan berwenang dan berlaku dalam lingkungan tertentu. Standar akuntansi
biasanya terdiri dari:
a.
Deskripsi
tentang masalah yang dihadapi.
b.
Diskusi
logis atau cara memecahkan masalah.
c.
Terkait
dengan keputusan/ teori diajukan suatu solusi
Penentuan standar merupakan pilihan
sosial sehingga suatu standar mungkin bermanfaat bagi pihak tertentu dan
merugikan pihak lain. Kebanyakan isu-isu yang berkaitan dengan akuntansi secara politik
bersifat sensitif yang disebabkan:
a.
Kebutuhan
terhadap standar akuntansi muncul bila terdapat pertentangan.
b.
Informasi
akuntansi dapat mempengaruhi tingkat kemakmuran penggunaannya.
Dalam
menentukan standar ada dua pendekatan, yaitu:
a.
Representative
faithfulness, pendekatan ini menghendaki
pelaporan yang bersifat netral dan penyajian wajar laporan keuangan melalui proses
penentuan standar. Pendekatan ini menyamakan akuntansi dengan proses pemetaan
dimana peta harus dibuat akurat dengan menggambarkan keadaan keuangan
perusahaan secara wajar.
b.
Economic
consequences, pendekatan ini menghendaki asopsi
standar yang memiliki konsekwensi ekonomi menguntungkan. Pendekatan ini
cenderung mengarah penentuan standar yang meemiliki pengaruh positif.
Dua
pendekatan yang dapat digunakan dalam penentuan standar akuntansi adalah:
1. Pendekatan
pasar bebas
Pendekatan
ini dilandasi asumsi bahwa informasi akuntansi merupakan komiditi ekonomi
serupa dengan barang atau jasa yang lain.Sehingga informasi akuntansi akan
dipengaruhi kekuatan permintaan dan penawaran. Pasar dipandang sebagai
mekanisme yang ideal untuk menentukan jenis informasi yang harus diungkapkan
dan kelompok penerima informasi. Dengan demikian standar akuntansi menentukan
informasi yang dihasilkan dan siapa akan menerima informasi.
2. Pendekatan
regulasi
Pendekatan
ini berpendapat bahwa kegagalan pasar atau informasi yang asismetris dalam
kaitannya dengan kuantias dan kualitas. Pendukung pendekatan ini berkeyakinan
bahwa kegagalan pasar dapat dilihat pada Teori regulasi.
1.2
Rumusan
dan Batasan Masalah
Berdasarkan
latar belakang yang sebelumnya penulis bisa merumuskan masalah yang ada
adalah sebagai berikut:
1. Bagaimana
Cina dan Meksiko menghadapi perekonomian di dunia seperti sekarang ini?
2. Apakah
perbedaan yang significan sistim akuntansi dari ke dua begara tersebut?
3. Dalam
penelitian ini penulis membatasi permasalahan hanya pada Negara cina dan Meksiko
saja. Yang akan di bahas untuk perbandingan sistem akuntansinya.
1.3
Metode
Penelitian
1.3.1
Objek
Penelitian
Objek
penelitian yang di teliti adalah system akuntansi yang diberlakukan oleh china
dan meksiko.
1.4
Metode
Pengumpulan Data / Variabel
Untuk
mendapatkan data keterangan dalam penyusunan penilisa ini, ada dua metode
pengumpulan data variable yang di gunakan yaitu:
- Kepustakaan
Dengan
cara membaca dan mempelajari buku-buku literature yang berhubungan dengan
masalah pembahasan. Hal ini di gunakan untuk mendapatkan bahan atau data yang
bersifat teoritis yang akan di gunakan sebagai bahan pembanding dengan kenyataan
yang terjadi sebenarnya.
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1
Kerangka
Teori
2.1.1
Sistem
Akuntansi Negara Meksiko
Meksiko
adalah Negara dengan penduduk berbahasa Spanyol terbanyak di dunia dan Negara
dengan populasi terbesar kedua di Amerika Latin. Meksiko memiliki free-market
ekonomi yang besar. Perusahaan milik pemerintah atau yang dikontrol perusahaan
perusahaan menguasai industry perminyakan dan sarana umum, sedangkan perusahaan
swasta mendominasi pabrik, konstruksi, tambang, hiburan, serta Industri
pelayanan. Pemerintah juga melakukan privatisasi kepemilikannya dalam
industri-industri yang tidak strategis. Reformasi ekonomi pasar bebas selama
tahun 1990-an membantu mengurangi inflasi, meningkatkan tingkat pertumbuhan
ekonomi, dan memberikan fundamental ekonomi yang lebih sehat.
Perjanjian
yang paling penting untuk Meksiko adalah Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika
Utara (North American Free Trade Agreement -NAFTA) yang
ditandatangani denganKanada dan Amerika Serikat tahun 1994. Seperti Brazil,
Meksiko memberikan informasi yang dibutuhkan oleh kreditor dan pemungut pajak.
Sistem resmi Meksiko yang berasal dari Prancis adalah faktor yang
lebih disukai.Sejak pembentukan persetujuan perdagangan bebas Amerika
Utara (NAFTA/ North America Free Trade Agreement). Pertumbuhan ekonomi Meksiko
telah meningkat. Tetapi dengan negara internasional lainnya menjadi lebih
menonjol pada arena global, ini penting bagi Meksiko untuk mengakses pendanaan.
Meksiko memerlukan keterbukaan dalam kerjasamanya sebagai tujuan untuk mencapai
perkembangan ekonomi yang berkesinambungan.
Pengaruh AS
terhadap perekonomi Meksiko meluas hingga akuntansi, “Banyak pakar di Meksiko
turut berkembang dalam “Akuntansi Amerika” juga digunakannnya buku teks dan
sastra AS (baik yang diterjemahkan ke dalam bahasa Spanyol maupun asli bebahasa
Inggris) secara luas dalam pendidikan akuntansi serta sebagai panduan dalam
menyelesaikan permasalahan akuntansi. NAFTA memberikan tren baru mengenai kerja
sama yang lebih kuat antara organisasi akuntansi Meksiko, Kanada dan Amerika
seriakat. Sekarang, bentuk pengaturan standardisasi akuntansi ketiga Negara
tersebut berkomitmen pada program harmonisasi dan mencoba untuk selalu bekerja
sama. Sebagai pendiri International Accounting Standards Committee (sekarang
menjadi International Accounting Standards Board), Meksiko juga berkomitmen
untuk bekerja sama dengan IFRS. Sekarang Meksiko merunut pada IASB sebagai panduan
dalam menyelesaikan permasalahan akuntansi yang muncul, terutama dalam kasus di
mana tidak tercantum dalam standardisasi Meksiko.
2.1.1.1 Regulasi dan
Pelaksanaan Akuntansi
Sistem
akuntansi negara Meksiko adalah Code Law, dan standardisasi akuntansinya
dikeluarkan oleh Council for Research and Development of Financial
Information Standards (Consejo Mexicano Para La Investigacion y
Dessarollo de Normas de Informacion Financiera - CINIF). Untuk
standardsasi proses audit dikeluarkan oleh Mexican Institute of Public
Accountants (Instituto Mexicano de Contadores Publicos) melaluiAuditing
standards and Procedures Commision. Sistem akuntansi di Meksiko menggunakan
pendekatan sistem Inggris-Amerika atau Anglo-Saxon, daripada pendekatan Eropa
Kontinental. Prinsip akuntansi di Meksiko tidak membedakan antara perusahaan
besar dan kecil serta dapat diaplikasikan ke semua bidang bisnis.
2.1.1.2 Laporan Keuangan
Laporan
keuangan di Meksiko harus disesuaikan dengan tingkat inflasi yang terjadi, dan
harus meliputi:
1.
Neraca
2.
Laporan Laba-Rugi
3.
Laporan perubahan ekuitas pemegang
saham
4.
Laporan perubahan posisi keuangan
Catatan,
merupakan bagian yang melengkapi laporan perubahan posisi keuangan, yang
meliputi antara lain:
·
Kebijakan akuntani pada perusahaan.
·
Ketersediaan material.
·
Komitmen untuk pembelian saham
substansial atau dibawah hak kontrak.
·
Penjelasan mendetail mengenai utang
jangka panjang dan kurs mata uang asing.
·
Batasan Dividen.
·
Jaminan.
·
Rencana pensiun pegawai.
·
Transaksi dengan perusahaan
sejawat.
·
Pajak penghasilan.
·
Patokan Akuntansi.
·
Bisnis gabungan menggunakan metode
pembelian.
·
Goodwill merupakan kelebihan
harga pembelian terhadap nilai sekarang aset bersih yang didapatkan.
·
Aset berwujud/ tidak berwujud
didepresiasi / diamortisasi berdasarkan masa manfaatnya (biasanya tidak
lebih dari 20 tahun).
·
Biaya penelitian dibebankan saat
terjadinya, dan biaya pengembangan dikapitalisasi dan diamortisasi saat
kemungkinan teknoligi hadir.
·
Sewa guna usaha termasuk ke dalam
financial lease atau operational lease.
·
Kerugian bersyarat diakui ketika
mungkin terjadi dan dapat diukur.
·
Cadangan tak terduga tidak dapat
diterima oleh GAAP Meksiko.
·
Pajak tangguhan disediakan dengan
menggunakan metode kewajiban
2.1.2
Sistem
Akuntansi Negara China
Di
RRC negara mengendalikan kepemilikan, sehingga hak menggunakan
dan mendistribusikan alat produk-si berlaku secara kaku. Perekonomian Cina
disebut perekonomian hibrid (campuran), karena orientasi kendali pemerintah dan
swasta berjalan bersama.
2.1.2.1
Regulasi
dan Pelaksanaan Akuntansi
·
Pada akhir tahun
1970-an, pemimpin Cina mulai menggerakkan ekonomi dari program terpusat gaya
Soviet menuju sistem yang lebih berorientasi pasar namun masih dalam kendali
partai komunis.
·
Ekonomi Cina saat ini
digambarkan sebagao ekonomi hibrid, di mana negara mengontrol komoditas dan
industri strategis, sementara industri lainnya, seperti perdagangan dan sektor
swasta, ditumbuhkan dengan sistem berorientasi pasar.
·
Melihat perkembangan
sistem ekonomi yang ada di Cina, maka sistem dan aturan akuntansi di Cina juga
berubah seiring adanya reformasi ekonomi yang terjadi.
2.1.2.2 Laporan Keuangan
Periode
pembukuan diminta sesuai dengan kalender tahunan. Laporan Keuangan terdiri
atas:
a.
Neraca
b.
Laporan laba rugi
c.
Laporan arus kas
d.
Laporan perubahan
ekuitas
e.
Catatan
2.1.2.3 Patokan Akuntansi
a.
Pada tahun 1992, Departemen
Keuangan mengeluarkan Accounting Standards for Business
Enterprises (ASBE). ASBE adalah sebuah konsep kerangka kerja yang
dirancang untuk menuntun perkembangan standar baru akuntansi yang ada yang pada
akhirnya menyeragamkan praktik do mestik dan menyeragamkan praktik akuntansi
Cina fengan praktik internasional.
b.
Kemudian, pada tahun
1998 Cina mendirikan Komite Standar Akuntansi Cina (The China Accounting
Standards Committee-CASC) sebagai lembaga berwenang dalam departemen keuangan
yang bertanggungjawab untuk mengembangkan standar akuntansi.
c.
Pada akhirnya, tahun
2006 susunan baru ASBE dikeluarkan, dan ASBE ini menyajikan ketentuan standar
akuntansi Cina yang pada hakikatnya sejalan dengan IFRS.Kerugian bersyarat
diakui ketika mungkin terjadi dan dapat diukur
d.
Penggabungan usaha
dicatat menggunakan metode pembelian.
e.
Kapitalisasi dan Uji
penurunan nilai tahunan diberlakukan untuk goodwill.
f.
Untuk menghitung usaha
gabungan digunakan metode ekuitas.
g.
Penilaian aset
menggunakan basis harga perolehan.
h.
Biaya depresiasi
didasarkan pada basis ekonomi.
i.
Penilaian persediaan
menggunakan metode FIFO dan rata-rata.
2.2 Persamaan dan Perbedaan
Sistem Akuntansi Di
Negara-Negara Maju
Aturan
dan sistem akuntansi di negara - negara maju memiliki perbedaan dan juga
persamaan sistem, di mana dalam setiap standar yang di gunakan oleh negara
tersebut memiliki kekurangan dan kelebihan masing - masing dalam penerapan
sistem akuntansi di negaranya. Standar dan aturan akuntansi yang ditetapkan di
negara tertentu tentunya tidak sepenuhnya sama dengan negara lain. Peran
profesi akuntan dalam menentukan standar dan aturan akuntansi lebih banyak
ditemukan di negara-negara yangtelah memasukkan aturan-aturan profesional dalam
aturan-aturan perusahaan, seperti di Inggris dan Amerika Serikat.
Christopher
Nobes dan Robert Parker (1995:11) menjelaskan adanya tujuh faktor yang
menyebabkan perbedaan penting yang berskala internasional dalam perkembangan
sistem dan praktik akuntansi. Faktor-faktor tersebut antara lain adalah:
1.
Sistem Hukum
Peraturan
perusahaan, termasuk dalam hal ini adalah sistem dan prosedur akuntansi, banyak
dipengaruhi oleh sistem hukum yang berlaku di suatu negara. Beberapa negara
seperti Perancis, Italia, Jerman, Spanyol, Belanda menganut Sistem hukum yang
digolongkan dalam codified Roman law. Dalam codified law, aturan-aturan
dikaitkan dengan ide dasar moral dan keadilan, yang cenderung menjadi suatu
doktrin. Sementara itu negara-negara seperti Inggris, Amerika Serikat,dan
negara-negara persemakmuran Inggris menganut sistem common law. Dalam common
law, dicoba adanya suatu jawaban untuk kasus-kasus yang spesifik dan tidak
membuat suatu formulasi umum.
2.
Pemilik dana
Berdasarkan
sumber pendanaan, perusahaan dapat dikelompokkan menjadi dua. Kelompok yang
pertama adalah perusahaan yang mendapatkan sebagian besar dananya dari para
pemegang saham di pasar modal (shareholder). Kelompok kedua adalah perusahaan
yang mendapatkan sebagian besar dananya dari bank, negara atau dana keluarga.
Umumnya di negara-negara dengan sebagian besar perusahaan yang dimiliki oleh
shareholders namun para shareholders ini tidak mempunyai akses atas informasi
internal, lebih banyak tuntutan atas adanya pengungkapan (disclosure),
pemeriksaan (audit) dan informasi yang tidak bias (fair information).
3.
Pengaruh sistem
perpajakan
Sejauh
mana sistem perpajakan dapat mempengaruhi sistem akuntansi adalah dengan
melihat sejauh mana peraturan perpajakan menentukan pengukuran akuntansi
(accounting measurement). Di Jerman, pembukuan menurut pajak harus sama dengan pembukuan
komersial. Sedangkan di banyak negara lain seperti Inggris, Amerika Serikat dan
juga termasuk Indonesia, terdapat aturan – aturan yang berbeda antara
perpajakan dan komersial perusahaan. Contoh yang paling jelas mengenai hal ini
adalah depresiasi.
4.
Kemantapan profesi
akuntan
Badan-badan
yang dibentuk sebagai wadah profesi ternyata berbeda-beda di setiap negara, dan
hasil yang berupa aturan-aturan atau standar dipengaruhi oleh bentuk, wewenang
dan anggota dari badan-badan tersebut. Di beberapa negara ditemui adanya
pemisahan profesi akuntan, sebagai ahli perpajakan atau hanya sebagai akuntan
perusahaan. Anggota suatu badan yang mengatur standar akuntansi bisa terdiri
hanya dari kalangan akuntan publik atau mengikutsertakan pihak-pihak dari
kalangan dunia usaha, industri, pemerintah dan kalangan pendidik. Tingkat
pendidikan dan pengalaman dalam dunia praktis sebagai syarat seseorang untuk
bisa menjadi anggota badan tersebut juga akan menentukan kualitas standar dan
aturan akuntansi sebagai keluaran yang dihasilkan.
5.
Inflasi
Inflasi
mengaburkan biaya historis akuntansi melalui penurunan berlebihan terhadap
nilai-nilai aset dan beban-beban terkait, sementara di sisi lain melakukan
peningkatan berlebihan terhadap pendapatan. Negara-negar dengan inflasi tinggi
seringkali menuntut perusahaan-perusahaan melakukan berbagai perubahan harga ke
dalam penghitungan keuangan mereka. Meksiko dan beberapa negara Amerika Selatan
menggunakan akuntansi tingkat umum karena pengalaman mereke dengan
hiperinflasi. Pada akhir tahun 1970-an, sehubungan dengan tingkat inflasi
yangtidak biasanya tinggi, AS dan Inggris melakukan eksperimen dengan pelaporan
pengaruh perubahan harga.
6.
Teori akuntansi
Teori
akuntansi sangat mempengaruhi pelaksanaan praktik-praktik akuntansi seperti
halnya yang terjadi di Belanda. Di negara ini para ahli teori akuntansi
mengatakan bahwa pengguna laporan keuangan akan mendapatkan penilaian atas
kinerja yang wajar dari sebuah perusahaan jika akuntan diperbolehkan untuk
menggunakan judgment untuk memilih dan menampilkan angka-angka tertentu. Dalam hal ini
disarankan penggunaan replacement cost information. Salah satu contoh pengaruh
teori akuntansi terhadap praktik akuntansi adalah dengan disusunnya conceptual
framework.
7.
Accidents of history
Sistem dan praktik akuntansi tidak bisa lepas dari kondisi politik dan ekonomi
di negara yang bersangkutan.
Kejadian-kejadian
tertentu biasanya memberikan pengaruh yang langsung terasa dalam penerapan
metode tertentu. Krisis ekonomi di Amerika Serikat di akhir tahun 1920-an
memunculkan standar akuntansi yang mengharuskan adanya pengungkapan
(disclosure) data keuangan. Untuk Indonesia, krisis nilai tukar di pertengahan
tahun 1997 menyebabkan munculnya pernyataan atau interpretasi yang berkaitan
dengan penggunaan mata uang asing dalam pelaporan keuangan serta perlakuan atas
selisih kurs. Kolonialisasi juga menyebabkan negara yang diduduki dengan
sendirinya mengikuti sistem dan praktik akuntansi negara yang mendudukinya.
Standar akuntansi tidak dapat dilepaskan dari pengaruh lingkungan dan kondisi
hukum, sosial dan ekonomi suatu negara tertentu. Hal-hal tersebut menyebabkan
suatu standar akuntansi di suatu negara berbeda dengan di Negara lain.
Globalisasi yang tampak antara lain dari kegiatan perdagangan antar Negara
serta munculnya perusahaan multinasional mengakibatkan timbulnya kebutuhan akan
suatu standar akuntansi yang berlaku secara luas di seluruh dunia.
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Data dan Profile Objek
Penelitian
3.1.1
Sejarah Singkat Akuntansi Di Meksiko
Secara sejarah,
akuntansi Meksiko telah di pengaruhi prinsip akuntansi berlaku umum AS
dan standar auditing AS. Pengaruh kuat ini dibutuhkan oleh Meksiko untuk
investasi asing yang datang dari AS. Lebih jauh lagi banyak perusahaan Meksiko
yang mendaftarkan dirinya ke dalam pasar saham terbesar di dunia. Kecendrungan
mereka untuk melihat ke standar akuntansi AS telah meningkat setelah dibuatnya
NAFTA, tetapi Meksiko secara berkala melihat IFRS ketika standar AS tidak
bisa memenuhi keinginan mereka.Konstitusi Meksiko menetapkan asosiasi
profesional untuk menetapkan bagian tanggung jawab aktivitas mereka.
Asosiasi akuntan
melalui negara mendelegasikan
kapasitas yang berkaitan dengan aturan ke IMCP, yang juga merupakan institusi
yang mengawasi profesi akuntansi di Meksiko. IMCP mengeluarkan standar
akuntansi dan audit, begitu juga kode etik untuk akuntan mirip seperti AICPA di
amerika. IMCP menetapkan persyaratan pendidikan berkelanjutan, melakukan
investigasi dan mengatur
praktek
profesional. Pada tahun 2001 IMCP membentuk CINIF. Institusi ini bertanggung
jawab untuk membuat standar akuntansi sejalan dengan IFRS. Pada tahun 2004
standar yang dikeluarkan oleh IMCP diteruskan ke CINIF. Pada awal 2005, GAAP
Meksiko sudah 70% sejalan dengan standar internasional.
3.1.2
Regulasi
dan Penegakan Aturan Akuntansi
Hukum
komersial Meksiko didasarkan pada hukum sipil. Penetapan standar akuntansi
menggunakan pendekatan Inggris Amerika atau anglo saxon. Prinsip akuntansi
Meksiko tidak membedakan antara perusahaan besar dan kecil, dan diterapkan
untuk seluruh bentuk badan usaha. Tingkat keharusan untuk menyusun laporan
keuangan yang diaudit berbeda-beda menurut jenis dan ukuran perusahaan.
3.1.3
Pelaporan
Keuangan
Tahun
fiskal perusahaan Meksiko harus bersamaan dengan tahun kalender. Laporan
keuangan konsolidasi komparatif harus disusun terdiri dari:
1.
Neraca.
2. Laporan
laba rugi.
3. Laporan
perubahan Ekuitas pemegang saham.
4. Laporan
perubahan posisi keuangan.
5. Catatan.
Catatan
merupakan bagian integral laporan keuangan dan mencakup:
-
Kebijakan akuntansi
perusahaan.
-
Kontinjensi dalam
jumlah material.
-
Komitmen pembelian
aktiva dalam jumlah besar atau berdasarkan kontrak sewa guna usaha.
-
Detail utang jangka
panjang dan kewajiban dalam mata uang asing.
-
Pembatasan terhadap
dividen.
-
Jaminan.
-
Program pensiunan
karyawan.
-
Transaksi dengan pihak
berhubungan istimewa.
-
Pajak penghasilan.
3.1.4
Pengukuran
Akuntansi
a. Laporan
keuangan konsolidasi disusun apabila induk perusahan mengendalikan perusahaan
lain. Mengadopsi Standar akuntansi Internsional No 21 mengenai translasi mata
uang asing.
b. Baik
metode akuntansi pembelian dan penyatuan kepemilikian untuk penggabungan usaha
dapat digunakan, tergantung pada keadaanya.
c. Akuntasi
tingkat harga umum digunakan di Meksik.
d. Biaya
penelitian dibebankan pada saat terjadinya.
3.2.1
Sejarah
Singkat Akuntansi di China
Akuntansi
di CIna memiliki sejarah yang panjang. Berfungsinya akuntansi dalam hal
pertanggungjawaban dapat dilacak jauh ke belakang hingga tahun 2200 SM selama
masa Dinasti Hsiu dan sejumlah dokumen menunjukkan bahwa akuntansi digunakan
untuk mengukur kekayaan dan membandingkan pencapaian di kalangan bangsawan dan
putri pada masa Dinasti Xia (tahun 2000-1500 SM). Konfusius muda (551-479 SM)
dulunya pernah menjadi seorang manager gudang dan tulisannya menyebutkan bahwa
pekerjaannya meliputi akuntansi yang seharusnya yaitu membuat catatan
penerimaan dan pengeluaran.
Karakteristik
utama akuntansi di Cina saat ini berasal dari pendirian RRC pada tahun 1949.
Cina menerapkan prinsip-prinsip Marxisme dan pola-pola yang dianut Uni Soviet.
Tujuan akuntansi adalah untuk memenuhi kebutuhan Negara atas perencanaan dan
pengendalian ekonomi. Pelaporan keuangan cukup sering dilakukan dan lengkap.
Ciri utamanya adalah orientasi manajemen dana, yang mana dana diartikan sebagai
properti,barang dan material yang digunakan selama proses produksi. Pelaporan
keuangan menekankan Neraca, yang mencerminkan sumber dan penggunaan dana dan
kurang menitikberatkan pada pertanggungjawaban dan akuntabilitas serta
kepatuhan terhadap kebijakan dan peraturan pemerintah. Akuntansi menekankan
perhitungan secara kuantitas dan perbandingan.
Perekonomian
Cina disebut sebagai perekonomian hibrid (campuran), dimana Negara
mengendalikan komoditas dan industri yang strategis, sementara industri lain
serta sektor komersial dan swasta diatur oleh sistem yang berorientasi pada
pasar. Reformasi ekonomi yang dilakukan akhir-akhir ini mencakup privatisasi
termasuk pengalihan perusahaan milik Negara menjadi perusahaan perseroan yagn
mengeluarkan saham. Aturan akuntansi yang baru telah dikembangkan bagi
perusahaan-perusahaan yang baru diprivatisasikan dan perusahaan-perusahaan
independent dengan kewajiban terbatas, serta badan usaha milik asing seperti
perusahaan patungan. Peranan pemerintah telah mengubah dari mengelola baik
makro maupun mikro ekonomi menjadi hanya mengelolatingkatmakro.
Ada
beberapa metode yang digunakan dalam pengukuran akuntansi antara lain:
1. Metode
pembelian wajib digunakan untuk mencatat penggabungan usaha dan goodwill harus
dihapusbukukan selama tidak lebih dari 10 tahun.
2. Metode
Ekuitas digunakan apabila kepemilikan terhadap perusahaan lain melebihi 20 %
Konsolidasi proporsional digunakan untuk usaha patungan.
3. Akun-akun
anak perusahaan dikonsolidasikan apabila kepemilikan melebihi 50 % dan
atau terdapat kekuatan untuk mengendalikan. Untuk anak perusahaan luar negeri,
neraca ditranslasikan berdasarkan kurs nilai tukar akhir tahun, laporan rugi
laba ditranslasikan pada kurs nilai tukar rata-rata sepanjang tahun, dan setiap
perbedaan translasi disajikan sebagai cadangan dalam ekuitas.
4. Biaya
historis merupakan dasar untuk menilai aktiva berwujud dan didepresiasikan
selama perkiraan masa manfaat, umumnya dengan metode garislurus.
5. Aktiva tidak berwujud
yang dibeli dicatat berdasarkan harga perolehanya dan diamortisasi selama
periode manfaat yang tidak lebih dari 10 tahun.
6. Revaluasi
tidak diperbolehkan kecuali terjadi perubahan kepemilikan, seperti saat sebuah
perusahaan milik Negara diprivatisasikan. Perusahaan penilai aktiva yang
bersertifikat atau kantor akuntan publik menentukan penilaiannya.
7. FIFO,
Rata-rata, dan LIFO merupakan metode penentuan biaya (persediaan) yang
diperbolehkan, dan nilai persediaan diturunkan karena penurunan harga dan keusangan.
8. Biaya
penelitian dan pengembangan dibebankan langsung.
9. Sewa
guna usaha pembiayaan dikapitalisasikan.
10. Tiga
metode pajak tangguhan yang diberlakukan :
a. Metode
arus langsung (flow-through), dimana tidak terdapat pajak tangguhan.
b. Metode
Penangguhan, dimana pajak tangguhan tidak disesuaikan terhadap perubahantarifpajakyangselanjutnya.
c. Metode
kewajiban, dimana pajak tangguhan disesuaikan terhadap perubahan tarif
11. Kewajiban
kontinjensi dapat diakui apabila mungkin terjadi dan estimasi yang handal
terhadap jumlahnya dapat dibuat.
3.2 Metode pengumpulan data
Untuk
mendapatkan data keterangan dalam penyusunan penilisa ini, ada dua metode
pengumpulan data variable yang di gunakan yaitu:
o Kepustakaan
Dengan
cara membaca dan mempelajari buku-buku literature yang berhubungan dengan
masalah pembahasan. Hal ini di gunakan untuk mendapatkan bahan atau data yang
bersifat teoritis yang akan di gunakan sebagai bahan pembanding dengan
kenyataan yang terjadi sebenarnya.
BAB IV
KESIMPULAN
4.1
Rangkuman
Akuntansi di Meksiko
Secara
umum, Meksiko memiliki perekonomian pasar bebas: perusahaan yang dimiliki atau
dikendalikan pemerintah mendominasi perminyakan dan sarana umum, sedangkan
perusahaan swasta mendominasi manufaktur, konstruksi, pertambangan, hiburan,
dan jasa. Reformasi ekonomi pasar tahun 1990an membantu dalam mengurangi
inflasi, meningkatkan tingkat pertumbuhan ekonomi, dan memberikan fundamental
ekonomi yang lebih sehat. Ciri penting akuntansi Meksiko adalah penggunaan
akuntansi tingkat harga umum yang komprehensif sebagai dasar pengukuran.
Hukum
Komersial Meksiko dan hukum pajak penghasilan berisi ketentuan-ketentuan
mengenai pembuatan ringkasan catatan akuntansi tertentu dan penyusunan laporan
keuangan, namun pengaruh keduanya terhadap pelaporan keuangan secara umum
terbilang minimal. Institut Akuntan Publik Meksiko (Instituto Mexicano de
Contadores Pubicos) menerbitkan standard akuntansi dan auditing di Meksiko.
Meskipun sistem hukumnya didasarkan pada hukum sipil, penerapan standard
akuntansi di Meksiko menggunakan pendekatan Inggris-Amerika atau Anglo Saxon,
dan bukan pendekatan Eropa Kontinental.
Prinsip
akuntansi Meksiko tidak membedakan antara perusahaan besar dan kecil., dan
diterapkan untuk seluruh bentuk badan usaha. Tahun fiscal perusahaan Meksiko
harus bersamaan dengan tahun kalender. Laporan keuangan konsolidasi komparatif
harus disusun terdiri dari neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas
pemegang saham, laporan perubahan posisi keuangan, dan catatan.
4.2
Rangkuman
Akuntansi di China
Laporan
keuangan terdiri dari neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas, catatan atas
laporan keuangan, dan penjelasan kondisi keuangan. Laporan tambahan diwajibkan
untuk mengungkapkan informasi segmen yang konsisten dengan standard
internasional. Catatan mencakup pernyataan informasi mengenai kebijakan akuntansi.
Metode
pembelian wajib digunakan untuk mencatat penggabungan usaha dan goodwill harus
dihapusbukukan selama tidak lebih dari 10 tahun. Metode ekuitas digunakan
apabila kepemilikan terhadap perusahaan lain melebihi 20%. Biaya histories
merupakan dasar untuk menilai aktiva berwujud: revauasi aktiva tidak
diperkenankan. Metode depresiasi dipercepat dan unit produksi juga
diperbolehkan. FIFO, rata-rata, dan LIFO merupakan metode penentuan biaya yang
diperbolehkan dan nilai persediaan diturunkan karena penurunan harga dan
keuangan. Aktiva tidak berwujud yang dibeli dicatat berdasarkan harga
perolehannya dan diamortisasi selama periode manfaat. Aktiva direvaluasi
apabila terjadi perubahan kepemilikan seperti saat sebuah perusahaan Negara
diprivatisasikan.
Tiga
metode akuntansi untuk pajak yang tangguhan yang diperbolehkan:
a. Metode
arus langsung (flow-through), di mana
tidak terdapat pajak tangguhan,
b. Metode
penangguhan, di mana pajak tangguhan tidak disesuaikan terhadap perubahan tarif
pajak yang selanjutnya, dan
c. Metode
kewajiban, di mana pajak tangguhan disesuaikan terhadap perubahan tarif pajak
selanjutnya.
SUMBER:
Choi, Frederick D.S. dan Gary K.
Meek, 2010, International Accounting, edisi keenam, Salemba
Empat, Jakarta.