Rabu, 02 November 2016

Resensi film THE SECRET by Rhonda Byrne

THE SECRET

Film yang berdurasi sekitar 90menit ini di Produseri oleh Rhonda Byrne dan di Sutradarai oleh Drew Heriot. Tidak ada jalan cerita yang perlu diikuti secara bertele-tele, karena film "The Secret" ini merupakan sebuah film yang bersifat dokumenter yang berisikan tentang ajaran – ajaran dari para master dalam bidang filsafat, spiritualitas, motivasi, pengusaha, ahli keuangan, ahli fisika kuantum. Serta diselingi dengan adanya dramatisasi singkat atas topik yang di ulas.

Film ini di awali dengan adegan seorang wanita yang sedang mengalami masalah hidupnya, yang diperankan oleh Rhonda Byrne sendiri. Ia menemukan sebuah buku yang mengungkapkan tentang sebuah rahasia terbesar sepanjang zaman yang dimana merupakan kunci atas segala persoalan yang sedang di alaminya. Karena penasaran, di mulailah pencarian tentang “Rahasia” itu sendiri, yang ternyata di masa lalu telah dikuasai oleh orang-orang yang telah memberikan sumbangan besar kepada dunia, seperti Newton, Emerson, Beethoven, Edison, Einstein. Byrne yang ingin membagikan “Rahasia” tersebut mengumpulkan orang-orang dari belahan dunia yang juga mengetahui hal yang sama seperti dirinya untuk bekerja sama dalam menyebarluaskan “Rahasia” tersebut kepada orang-orang ke seluruh dunia.

Dalam film ini, turut menampil tokoh-tokoh ilmuan terkenal seperti Bob Proctor (Filsuf), Dr. Joe Vitale (Metafisikawan), John Assaraf (Ahli Pengolah Keuangan), Dr. Denis Waitley (Psikolog), Jack Canfield (Penulis Chiken Soup) dan banyak lainnya. Mereka yang secara bergantian akan menjelaskan apakah “Rahasia” itu sebenarnya. Jadi apakah sebenarnya “Rahasia” yang konon di masa lalu dikubur, disembunyikan, bahkan dilarang untuk diedarkan ke publik itu? Rahasia terbesar itu adalah bahwa ternyata pikiran manusia akan membentuk realitas yang akan dia alami. Konsep ini disebut juga Law of Attraction (Hukum Ketertarikan). Bahwa pikiran kita sendiri yang selama inilah yang justru menarik kejadian-kejadian yang kemudian kita alami. Like attracts like. Pikiran yang positif akan menarik hal-hal yang positif pula serta pikiran yang negatif akan menarik hal-hal yang negatif. Inilah rahasia terbesar itu. Kedengarannya sangat sederhana, namun membawa dampak yang luar biasa. 

Dalam hal ini, perasaan memegang peranan sangat penting. Misalnya; pikiran yang membawa perasaan marah akan membawa hal-hal yang menyebabkan rasa marah dan selalu berpikiran negatif. Sementara pikiran yang membawa perasaan cinta, akan membawa hal-hal yang membuat kita memiliki rasa cinta dan senang. Dalam Hukum Law of Attraction ini menunjukkan bahwa pikiran kita adalah gelombang, sebagaimana setiap partikel yang menyusun semesta ini dan membangkitkan getaran yang akan direspon oleh semesta. Dalam fisika, kuantum juga dikemukakan ide bahwa kejadian di luar sana hanyalah samudera kemungkinan-kemungkinan yang menjadi “realitas” setelah dibentuk oleh pikiran. Jadi pada intinya, “Pikiran” yang membentuk dunia kita.

Sesederhana kisah Alladin, hubungan manusia dengan semestanya dapat kita pahami dari sana. Ketika Alladin menggosok lampu wasiatnya, seketika itu juga jin penunggu lampu akan keluar dan berkata, “Your wish is my command”. Nah dari sanalah muncul tiga tahapan proses kreatif yaitu : Ask (meminta), dimana kita menentukan apa yang akan kita minta atau Apa yang kita inginkan untuk terkabuli. Proses selanjutnya adalah Believe (Percaya), Percaya bahwa apa yang kita inginkan akan dikabulkan. Tahap terakhir yaitu Receive (Menerima), merupakan proses terpenting dan dimana proses ini akan menjadi sangat kuat jika seseorang menerapkan dua hal yaitu Gratitute dan Visualisasi.

Banyak hal yang dapat diambil setelah menonton film ini dikarenakan memang dalam durasi 90 menit tersebut banyak sekali pelajaran yang kita dapatkan. Termasuk saya sendiri, setelah saya menonton film ini saya berpikir dua kali, bahwa memang benar diri sendiri ini sering berpikir hal-hal yang negatif dibandingkan dengan melihat sisi positif sebelumnya, serta selalu melihat pada sisi yang berlawanan dan sisi yang cepat mengeluh dalam berbagai hal sebelum memulai suatu pekerjaan yang mustahil atau sulit dilakukan.

Film “The Secret” ini membuka sudut pandang baru bagi orang-orang yang menontonnya dan akan membuat mereka bercermin pada dirinya sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar